Korban Longsor di Bengkulu Masih Belum Di temukan
![]() |
| Korban Longsor di Bengkulu Masih Belum Di temukan |
Sampai hari ini, Jumat 4 Desember 2015, tim pencari dan penyelamat gabungan belum dapat menemukan 15 penambang emas yang tertimbun hidup-hidup di lokasi bencana tanah longsor Desa Lebong Tandai, Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara. Memang saat naas Sekali Korban yang tertimbun hidup hidup longsoran tanah masih belum di temukan
"Belum ada perkembangan, korban yang ditemukan baru tiga yang kemarin saja," kata Camat Napal Putih, Sebiing saat dihubungi VIVA.co.id, Jumat 4 Desember 2015.
Sebiing menuturkan, pencarian 15 penambang tidaklah mudah, karena lokasi bencana berada cukup jauh di area perbukitan.
Selain itu, tim pencari dan penyelamat hanya mengandalkan peralatan seadanya seperti cangkul dan golok untuk menggali longsoran tanah.
Baca juga: Sadis, Margriet Hukum Engeline Berdiri hingga Tengah Malam
"Untuk mencapai desa terdekat ke lokasi hanya bisa ditempuh dengan kereta tua peninggalan Belanda. Dan dari desa terdekat ke lokasi ditempuh dengan berjalan kaki sejauh 10 kilometer," ujar Sebiing.
Bencana longsor terjadi 01.45 WIB, Kamis 3 Desember 2015. Saat itu, 18 korban yang berprofesi sebagai penambang emas sedang mencari buah durian jatuh di sekitar pondok-pondok yang mereka huni.
Tiga korban berhasil ditemukan, dua korban atas nama Mudik (40 tahun) dan Marian (20 tahun) ditemukan dalam kondisi meninggal dan satu korban atas nama Irzal ditemukan selamat dalam kondisi terluka.
